IMG00483-20121111-1357

Kantor PLN Sulselrabar di Jl.Hertasning Makassar/Foto: Mahaji Noesa

Tanpa keterlibatan swasta dipastikan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan sempoyongan menghadapi tuntutan kebutuhan daya listrik untuk masyarakat dan industri yang tiap saat meningkat. Sulawesi Selatan beruntung, karena Bosowa Energy Corporation sudah siap menabur cahaya di daerah ini sampai 1.000 mega watt (MW) melebihi ketersediaan daya listrik PLN.

Dari berbagai sumber pembangkit listrik yang dipunyai, PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) tercatat memiliki daya listrik 900 Mega Watt (MW). Jumlah tersebut lebih besar dari kebutuhan listrik Sulawesi Selatan yang saat ini mencapai 764 MW.

Akan tetapi, cadangan listrik PLN tersebut menjadi tidak berarti jika dihadapkan dengan rencana pembangunan 3 smelter pada tahun 2013 di Kota Palopo dan Kabupaten Bantaeng. Ketiga pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel tersebut minimal membutuhkan daya listrik sebesar 300 MW.

Artinya, PLN Sulselrabar dalam tahun 2013 nanti harus dapat menyediakan tambahan daya listrik paling sedikit 500 MW. Lantaran, selain untuk juga memenuhi permintaan lebih 120 ribu pelanggan yang masih antre dalam ‘daftar tunggu’, juga untuk melayani permintaan daya listrik dari industri lainnya yang setiap saat bertambah di Sulawesi Selatan. Jumlah permintaan daya listrik pada tahun 2013 mendatang kemungkinan akan lebih besar lagi dari prediksi tambahan 500 MW, mengingat adanya regulasi pemerintah yang mengharuskan pengolahan semua barang mentah berupa komodidi maupun mineral sebelum diekspor.

Dilema lain, sampai saat ini masih sekitar 20 persen masyarakat yang ada di wilayah PLN Sulselrabar belum terjangkau aliran listrik. ‘’Kita butuh anggaran dari APBN dua kali lebih besar dari anggaran yang diberikan tahun 2012 sebesar Rp 66 miliar, jika ingin memenuhi jangkauan kebutuhan listrik ke semua masyarakat di tahun 2013 mendatang,’’ kata Zulkifli Abdullah Puteh, General Manager PT PLN Sulselrabar.

Tapi jika tak tersedia alokasi dana sebesar itu, haruskah Sulsel ikut menanggung derita sebagai wilayah krisis daya listrik? Dalam banyak kesempatan Zulkifli menyatakan optimis, PLN akan mampu memenuhi setiap kebutuhan daya listrik untuk usaha dan industri di Sulawesi Selatan.

IMG00472-20121111-1326

PLN Tanjung Bunga Makassar/Foto: Mahaji Noesa

Bahkan dia menyatakan, amat menyadari jika sektor industri yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi suatu daerah, pertumbuhannya sangat bergantung dengan ketersediaan daya listrik. ‘’Makanya, kami selalu berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi dunia usaha dan industri,’’ katanya.

Selain berupaya meningkatkan kapasitas daya dari unit-unit pembangkit listrik yang dimiliki, dalam dua tahun belakangan pihak PLN membuka pembelian daya listrik yang diupayakan pihak swasta. Dari 900 MW daya listrik PLN Sulselrabar saat ini, 300 MW merupakan pasokan yang dibeli dari pihak swasta. ‘’PLN akan terus memperluas jaringan mendorong pihak swasta berinvenstasi dalam bidang energi khususnya di Sulsel. Bisnis energi listrik ini sangat prospektif,’’ tandas Zulkifli.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik terhadap rencana pembangunan 3 mesin pengolah bijih nikel di Sulsel tahun 2013, PLN Sulselrabar telah membuat MoU pemasokan daya listrik, masing-masing dengan PT Bukaka Teknik (90 MW), PT Bakti Bumi Sulawesi (120 MW), dan PT Central Omega Resource (220 MW).

Terbukanya peluang pihak swasta untuk terlibat serta berperan dalam penyediaan tenaga listrik khususnya di Sulawesi Selatan, sebenarnya jauh hari sudah terbaca oleh pihak kelompok usaha Bosowa (Bosowa Corporation). Bahkan analisa bisnis energi tidak akan merugi seperti diungkapkan Zulkifli, General Manager PLN Sulselrabar, juga sudah masuk dalam daftar rencana bisnis sejak Erwin Aksa, diputuskan menjadi CEO Bosowa Corporation, menggantikan kedudukan ayahnya Aksa Mahmud tahun 2004.

Lihat saja, setelah alumni Universitas Pittsburgh, Pennsylvania, AS (1997) tersebut berhasil memacu meningkatkan kas keuangan perusahaannya dari Rp 3 triliun menjadi Rp 6 triliun, melalui bendera usaha Bosowa Energy Corporation tahun 2010, dia lalu mencanangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Tidak main-main, inilah perusahaan anak negeri pertama yang memilih segmen usaha di sektor energi listrik dalam skala besar di Sulawesi Selatan. Tahap awal, sekitar Rp 2,3 triliun diinvestasikan untuk membangun PLTU berkapasitas 2 x 125 MW. Bekerjasama tenaga ahli dari China, satu unit boiler PLTU berkapasitas 125 MW sudah mampu dioperasikan dalam bulam Maret 2012. Lima bulan kemudian, Agustus 2012, dioperasikan lagi 1 unit berkekuatan sama sehingga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bosowa Energy Corporation di Jeneponto kini memiliki daya sebesar 250 MW. Sekitar 200 MW dijual ke PLN, listrik pun mampu mengalir sampai ke pelosok khususnya di wilayah selatan Sulawesi Selatan.

Selain itu, dalam hitungan Erwin Aksa, kehadiran PLTU Bosowa Energy Corporation di Jeneponto dapat membantu menekan pengeluaran PLN sampai Rp 4 triliun setiap tahun yang sebelumnya digunakan untuk menghidupkan sejumlah generator menggunakan BBM. Menguntungkan perusahaan, membantu rakyat, sekaligus menghemat uang negara.

Erwin sangat memahami, Sulsel sebagai daerah subur dengan berbagai jenis komoditas pertanian ke depan akan dibanjiri kehadiran berbagai industri pengolahan bahan mentah. Kegiatan industri senantiasa membutuhkan energi listrik yang cukup besar. Dan, Bosowa Energy Corporation, menurut rencana mulai tahun 2013 akan menginvestasikan lagi dana sekitar Rp 3 triliun untuk penambahan pembangunan unit PLTU berkekuatan 300 MW di Jeneponto.

Bahkan dalam kesempatan berkunjung ke Bangkala, Jeneponto, beberapa waktu lalu, kepada wartawan Erwin Aksa mengatakan berencana membangun PLTU sampai 1.000 MW di Kabupaten Jeneponto. Harapannya, penyediaan daya listrik sebesar itu dapat membantu tumbuhnya banyak industri di daerah Sulawesi Selatan.

Berdasarkan catatan Dewan Energi Nasional, Sulawesi Selatan juga memiliki potensi sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Hitungannya, daya listrik yang dapat diperoleh potensi tenaga air yang tersedia di daerah ini dapat mencapai  2.946,8 MW, sekarang yang dimanfaatkan PLTA baru sebesar 518 MW. Potensi tersedia dari mini hidro 70,2 MW (sudah terpakai 10,6 MW), mikro hidro 7,66 MW, potensi panas bumi 371 MW, serta terdapat besar sekali potensi tersedia untuk pembangkit listrik tenaga angin, energi surya, dan bioenergi.

Masalah listrik PLN ‘byar-pet’ alias mati menyala yang selalu ada di antara cerita ketersedian energi listrik di Indonesia, tentu saja, akan berakhir apabila muncul lagi banyak pihak swasta yang serius menggeluti usaha energi listrik seperti dilakukan pihak grup usaha Bosowa Corporation di Sulawesi Selatan. (Mahaji Noesa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s