Geledah Kebijakan 343 Tahun Sulsel

Posted: 24 November 2012 in Potret

Sulawesi Selatan negeri Purba. Kehidupan manusia di sini sudah berlangsung  lebih jauh dari hitungan hari jadinya 343 tahun pada 19 Oktober 2012. Bahkan dalam abad 13, sudah ditemukan banyak warga dari jazirah selatan Pulau Sulawesi ini mencari nafkah mengarungi samudera-samudera besar dunia.

Sebagai wilayah pertanian subur, pantas jika Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) tetap berkeras memilih sektor pertanian, selain perdagangan dan pariwisata sebagai andalan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi Sulsel guna mengimbangi turunnya PMDN dan investasi asing, serta pengaruh krisis global lainnya.

Dengan lahan persawahan lebih dari 800 ribu ha tersebar di 23 kabupaten/kota, saat ini Provinsi Sulsel mampu menjadi salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia. Menghasilkan lebih dari 4 juta ton padi setiap tahun, sebagian dijadikan sebagai stok nasional.

Untuk sektor perkebunan saat ini Sulsel mampu menjadi daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia, dengan hasil telah melebihi 160 ribu ton setiap tahun. Sedangkan dari sektor kelautan, selain sejak lama menjadi daerah penghasil udang tersohor di Indonesia, Sulsel pun kini mampu menempatkan diri sebagai penghasil rumput laut terbesar di Indonesia.

Bahkan dengan hasil lebih 160 ribu ton rumput laut yang dicapai tahun 2009, Sulsel tercatat sebagai penghasil budidaya rumput  laut jenis E.Cootoni dan Glaciliria terbesar kedua di dunia, setelah Chile.

Untuk sektor peternakan, Sulsel juga termasuk salah satu penghasil ternak besar berupa sapi terbesar di Indonesia. Populasi ternak sapi di wilayah ini sekarang telah melebihi 1 juta ekor.

Dari potensi sektor pertanian plus semua sub sektor yang terolah tersebut, sudah mampu memacu pertumbuhan ekonomi Sulsel sampai 8,4 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran enam koma persen.

Padahal jika ditilik dari data potensi riil sektor pertanian Sulsel, seperti halnya potensi sektor lain masih sebagian besar belum terolah. Lihat saja lahan persawahan yang ada, sebagian masih berstatus tadah hujan. Apabila sebagian dari sawah tadah hujan tersebut dapat ditingkatkan menjadi sawah berigasi teknis dan memacu peningkatan produktivitas, bukan tidak mungkin sawah Sulsel dapat menhasilkan lebih dari 10 juta ton beras setiap tahun.

Demikian halnya potensi sektor perkebunan yang dimiliki, masih dapat dilakukan peningkatan perluasan lahan dan tingkat produktivitas setiap jenis komoditinya. Melalui Gerakan Nasional (Gernas) Kakao saja, pihak perkebunan Sulsel sudah menghitung dapat mencapai hasil hingga 330 ribu ton kakao dalam tahun 2016 mendatang. Tanaman kopi serta sejumlah tanaman perkebunan lainnya di Sulsel masih membuka peluang dikebangkan berpuluh kali lipat dari capaian hasil saat ini.

Di sektor perikanan, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel sudah menghitung dapat menjadi penghasil ikan bandeng terbesar di Indonesia pada masa mendatang, mengingat saat ini saja sudah mampu dicapai hasil lebih dari 78 ribu ton bandeng setiap tahun. Hal sama dipacu untuk menjadikan Sulsel sebagai penghasil ikan tuna terbesar, setelah saat ini sudah mampu dicapai hasil melebihi 60 ribu ton setahun.

Udang windu yang telah dihasilkan daerah ini lebih dari 30 ribu ton setahun, dipastikan akan dapat lebih meningkat berkali lipat sehubungan dengan dimulainya Gerakan Kebangkinan Udang Sulsel tahun 2013 nanti.

Sedangkan untuk budidaya rumput laut, tidak main-main, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel telah merancang program menjadikan Sulsel sebagai sentra rumput laut dunia tahun 2013. Tahun 2011 lalu tercatat hasil komoditi rumput laut Sulsel mencapai 1, 4 juta ton, diekspor lebih dari 64 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai 68 ribu dolar AS.

Sedangkan untuk ternak sapi, pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel sudah memprediksi pencapaian populasi 2 juta ekor sapi pada tahun 2016 mendatang.

Paparan data tersebut sealur dengan optimisme Gubernur Sulsel SYL yang memilih pengembangan sektor pertanian dengan semua subsektornya sebagai andalan pertahanan menjaga laju pertumbuhan ekonomi Sulsel, sekalipun dalam kondisi krisis global.

Apalagi kehandalan sektor pertanian sudah berulang kali teruji.  Ketika terjadi krisis ekonomi tahun 1977 hingga 1998, serta krisis moneter tahun 2008 di Indonesia, ternyata pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mengandalkan dukungan sektor pertanian tak goyah. Bahkan melalui budidaya sejumlah komoditi perkebunan dan perikanan masyarakat petani mampu meraih ketuntungan dalam situasi krisis.  

Wajar saja jika di balik prediksi dan angka keberhasilan pertumbuhan ekonomi Sulsel, ada pihak bertanya mengapa masih terjadi angka kemiskinan rakyat lebih 10 persen dari sekitar 8 juta jiwa penduduk saat ini. Tentu, ada hal keliru yang perlu digeledah lalu diperbaiki dalam kaitan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan sektor pertanian bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulsel.

Paling tidak koreksi tajam berani dilakukan, seperti telah diperlihatkan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi Pembangunan (OECD) dalam laporannya, bahwa perhatian Indonesia terhadap pencapaian ketahanan pangan melalui swasembada merupakan kebijakan yang salah arah. Harusnya, yang  dilakukan adalah memacu peningkatan investasi sektor pertanian dan membuka pasar produk pertanian dalam perdagangan internasional.

‘’Tidak ada masalah daerah ini memilih beras sebagai komoditas unggulan. Tapi dalam waktu bersamaan jangan lupa kembangkan dan membangun industri. Kita jangan terlalu di-ninabobok-kan dengan julukan lumbung pangan, sebab bisa merugikan para petani dalam jangka waktu panjang,’’ kata Pengamat ekonomi Unhas, Dr. Darwis Said, SE, Ak, MSA.

Dirgahayu 343 Tahun Sulawesi Selatan! (Mahaji Noesa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s