TNI Kini Olah Sawah

Posted: 5 Desember 2012 in News
Tag:, , , , , , ,

Gambar

Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muhammad Nizam/Foto Repro

Memasuki usia 67 Tahun, 5 Oktober 2012, TNI tampak mulai memasuki babak baru mengoptimalisasi perannya. Derap langkah prajurit sudah dapat kembali berderak ke areal persawahan. Tak hanya sebatas membantu petani saat panen, tapi juga dihalalkan membuka areal untuk menanam padi.

Bahkan hal tersebut,  sejak awal tahun ini, sudah dibuktikan oleh prajurit-prajurit dalam lingkup  Kodim 1410 Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kerja sama Dinas Pertanian,  para prajurit mengolah lahan persawahan seluas 4 hektar di Pallantikan, Bantaeng.

Mereka menanam padi varietas Membramo dengan pola tanam sistem Legowo 2.1. Menggunakan banyak benih dengan pemupukan yang irit. Benih Membramo pun merupakan hasil penangkaran dari para prajurit sendiri. Hasil panennya lumayan menggembirakan, melebihi 9 ton gkp/ha.

Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muhammad Nizam yang diberi kehormatan melakukan panen perdana, spontan menyatakan kegembiraannya. Keberhasilan prajurit di Kodim 1410 Bantaeng minta dapat diterapkan di jajaran Kodim lainnya.

Selain pengembangan tanaman padi dengan pola Legowo 2.1, menurut Pangdam, pihak Kodam VII Wirabuana menggalakkan sektor perikanan dan perkebunan kerjasama pemanfaatan lahan-lahan tidur milik masyarakat maupun yang ada di asrama-asrama TNI.

Hikmah yang diperoleh TNI dari kegiatan seperti ini, jelas Nizam, melalui peningkatan ekonomi dapat ikut mengurangi tingkat kerawanan.

‘’Masa iya, negeri kita yang subur ini tahun 2011 lalu harus mengimpor sampai 3 juta ton beras. Itu tidak boleh terjadi lagi. Kita dukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dengan menggalakkan penanaman padi kerjasama Pemda-pemda, sebagaimana perintah Presiden kepada TNI,’’ katanya.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Mamuju, Sulawesi Barat, Mayjen TNI Muhammad Nizam kembali menegaskan pihak Kodam VII Wirabuana sangat mengapresiasi dan siap membantu Pemprov Sulbar mencapai target surplus beras 1 juta ton pada tahun 2014.

Saat ini , menurut Nizam, selain tetap mawas melakukan pertahanan dari gangguan ancaman NKRI,  TNI juga telah memiliki program Operasi Militer Selain Perang (OMPS), seperti mendukung mewujudkan ketahanan pangan nasional. ‘’Selain ahli di bidang militer, sekarang prajurit TNI dibekali ilmu menjadi penyuluh pertanian,’’ katanya.

Sehubungan dengan optimalisasi peran TNI, Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono,SE mengatakan,  semata-mata dilakukan untuk tugas perbantuan TNI kepada institusi atau lembaga lain.

‘’Optimalisasi TNI seperti itu bukan untuk mengambil atau melakukan ekspansi terhadap peran dan tugas pokok institusi lain. Tapi semata-mata dilakukan karena panggilan moral dan fungsi TNI, sepanjang diperlukan,’’ katanya.

Dalam amanat tertulis Panglima TNI yang dibacakan Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muhammad Nizam dalam upacara bendera 17-an di Lapangan Makodam, dalam mencermati perkembangan global dunia saat ini dia mengajak jajarannya untuk mampu membaca situasi berikut segala kecenderungan perkembangannya. Dimaksudkan agar dapat meningkatkan pemikiran prediktif dan langka antisipatif.

‘’Tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara di era reformasi, mendorong kita untuk bekerja lebih cermat dan hati-hati sesuai agenda reformasi birokrasi TNI yang menjadi komitmen bersama, guna mendukung terciptanya  good governance dan clean government yang menjadi policy pemerintah,’’ tandas Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Sedangkan menyangkut pergerakan terorisme, menurut Mayjen TNI Muhammad Nizam, menjadi masalah krusial yang mesti disikapi secara bijak karena menjadi ancaman serius yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Teroris bukan hanya musuh bangsa Indonesia tapi musuh seluruh bangsa di dunia. Telah memiliki jaringan internasional yang terorganisir, maka selalu patut diwaspadai.

“Cara efektif yang harus dilakukan adalah melakukan deteksi dini untuk mempersempit pergerakan teroris yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi di kota-kota besar di Indonesia,” kata Panglima berbicara di Mamuju.

Bagi prajurit TNI khususnya di wilayah Kodam VII Wirabuana, peringatan HUT TNI ke-67, 5 Oktober 2012, dalam aroma peringatan memantapkan optimalisasi peran TNI, tentu saja, bukan hal yang asing.  Dalam perjalanan panjang prajurit bersama rakyat di daerah ini sudah teruji mampu berjalan beriring dalam kaitan menjaga pertahanan dan keamanan NKRI serta mendukung program-program pemerintah bagi peningkatan kesejahteraan rakyat khususnya di wilayah territorial Sulawesi. Dirgahayu TNI !  (Mahaji Noesa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s