Wajah Pahlawan Berbeda dalam Lukisan dan Patung

Posted: 5 Februari 2013 in Lawas

Gambar

Patung Sultan Hasanuddin (1631-1670) di pelataran Pantai Losari Kota Makassar/Foto: Mahaji Noesa

Patung berkuda di pelataran barat Benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam) di kota Makassar adalah patung pahlawan nasional Sultan Hasanuddin.

Seperti patung mantan Raja Gowa XVI (1653- 1669) lainnya, patung Sultan Hasanuddin berkuda di taman Benteng Ujungpandang tersebut, dibuat dengan ciri memakai sarung yang melilit dari pinggang ke bagian bawah tubuhnya dan di kepala menggunakan destar atau semacam kain penutup kepala yang disebut ‘passapu’. Pun selalu ada keris terselip di pinggang.

Memandang anatomi wajah patung Sultan Hasanuddin berkuda di taman Benteng Ujungpandang, lalu membandingkan wajah patung Sultan di depan Kantor Kodim Jl. Lanto Dg Pasewang Makassar dan sejumlah tempat lainnya termasuk Patung Sultan Hasanuddin yang ada di jalan masuk (dari arah Kota Makasaar) ke jantung Kota Sungguminasa, ibukota Kabupaten Gowa, terdapat perbedaan wajah antara satu dengan yang lainnya.

Perbedaan lebih mencolok terlihat di wajah patung yang tegak di taman depan Pasar dan Terminal Kota Sungguminasa. Lebih dari sepuluh orang yang saya tanyai secara acak di sekitar pasar dan terminal Sungguminasa, semua dengan tegas menjawab, patung tersebut sebagai patung Sultan Hasanuddin. ‘’Lihat saja penutup kepalanya, begitukan ciri pahlawan Sultan Hasanuddin yang dilukiskan dalam buku-buku sejarah kita selama ini,’’ jelas seorang siswa.

Perbedaan wajah dalam pelukisan maupun pembuatan patung, tak hanya terjadi dengan pahlawan nasional Sultan Hasanuddin. Tapi hal serupa kita dapat lihat dengan beberapa lukisan dan patung-patung pahlawan nasional dari daerah lainnya di Indonesia. Satu pahlawan bisa ditemukan dalam sejumlah lukisan wajah yang berbeda.

Bagaimana sesungguhnya rupa wajah pahlawan-pahlawan nasional terutama yang hidup dan berjuang pada abad XVI hingga Abad XVII, merupakan sebuah masalah. Kala itu belum terdapat dokumen berupa foto atau lukisan yang merekam atau dibuat pada masa mereka hidup untuk dijadikan sebagai referensi lukisan saat ini.

‘’Kenapa lukisan wajah Pahlawan Sultan Hasanuddin ada yang dibuat tampak sangar dan ada yang dilukis dengan wajah tampan?’’ Pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang siswa SMA di Kota Makassar lima tahun lalu seperti itu, kemudian terngiang kembali pada saat melihat patung Sultan Hasanuddin di taman Benteng Ujungpandang pada Hari Pahlawan, 10 Nopember 2010.

Mudah-mudahan penggambaran wajah Pahlawan Nasional Indonesia yang hidup pada abad-abad XVI – XIX seperti Sultan Hasanuddin, Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Pattimura, Syekh Yusuf dan yang lainnya tidak dibuat berdasarkan rekaan pelukis atau menurut khayalan pematung saja.

Jika gambar-gambar pahlawan nasional prakemerdekaan dibuat hanya berdasarkan rekaan dan khayal, tanpa ada referensi yang bisa dipertanggungjawabkan berarti kita selama ini telah membuat kebohongan besar.

Saat ini masalah tersebut mungkin masih bisa dimengerti untuk tidak dipersoalkan. Akan tetapi seiring dengan perkembangan warga yang kian cerdas, terhadap kebenaran wajah dalam pelukisan dan pembuatan patung pahlawan kita tersebut pasti akan mendapat percermatan terutama oleh generasi berikutnya.

Generasi mendatang, sudah pasti selain akan lebih mendalami spirit dan nilai-nilai perjuangan para pahlawannya, juga termasuk akan menyimak lebih detil gambaran wajah pahlawan yang mereka banggakan.

Untuk itu, Indonesia seharusnya sejak saat sekarang dapat melakukan koreksi atau menyiapkan pengertian atau alasan yang logis terhadap bentuk wajah dalam lukisan maupun patung pahlawan terutama bagi pahlawan prakemerdekaan yang dibuat saat ini.

Paling tidak, sudah harus ada penetapan bentuk wajah bagi pahlawan-pahlawan nasional untuk kepentingan pelukisan atau pembuatan karya patung bagi publik, sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran menatap satu sosok pahlawan yang memiliki banyak bentuk wajah. (Mahaji Noesa/Kompasiana, 10 Nopember 2010 Mempertanyakan Wajah Pahlawan dalam Lukisan dan Patung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s