Jumpa Taman Baca di Lokasi Rekreasi Pantai Toronipa

Posted: 17 September 2014 in Catatan Harian
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Taman Baca di lokasi Pantai Toronipa/Ft: Mahaji NoesaSekelompok anak-anak usia sekolah dasar mengusik seekor binatang Kuskus yang merayap lambat di pucuk pohon cemara angin di Pantai Toronipa, Kamis (4/9/2014) siang. Sejumlah pengunjung pantai di Kecamatan Soropia kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ikut menyaksikan gerakan lelet kuskus endemik Sulawesi itu berpindah-pindah di jejeran cemara angin yang seolah memagar Pantai Toronipa.

Pantai yang berbatasan langsung dengan alam pegunungan hanya berjarak sekitar 15 km dari Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Warga desa Toronipa dan sejumlah desa lain yang masuk kecamatan Soropia apabila hendak berurusan ke Unaaha, ibukota kabupaten Konawe memilih jalan terdekat melalui kota Kendari. Kota Kendari ke Unaaha berjarak sekitar 60 km.

Lagi pula setiap hari–pagi hingga sore hari, terdapat angkutan penumpang umum (pete-pete) rute Pasar Sentral Kota Lama (kota Kendari) ke Soropia (kabupaten Konawe) dengan tarif Rp 10.000 per orang.

Tak hanya tertarik dengan kuskus, para pengunjung siang itu memperhatikan tingkah kelompok anak-anak pengusik kuskus karena masing-masing terlihat  membawa dan sesekali meniup suling bambu.

Seorang warga sekitar menjelaskan, anak-anak tersebut berasal dari perkampungan etnik Bajo di arah selatan tempat rekreasi Pantai Toronipa, beberapa waktu sebelumnya ikut meramaikan permainan musik bambu dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI di Soropia, ibukota kecamatan Soropia. Mereka kemungkinan masih terkesan dengan permaianan musik bambu sehingga masih enggan melepas suling yang digunakan.toro2

Lebih menarik lagi, menurut Hasni, anak-anak dari perkampungan Bajo sebelum mengusik kuskus siang itu baru saja menyimak sejumlah buku koleksi di Taman Bacaan Pantai Toronipa. Nah…luar biasa kan…..

Di pojok utara lokasi tempat rekreasi Pantai Toronipa yang indah menawan terdapat sebuah rumah panggung kayu berukuran 5 x 6 meter sengaja dibuat sebagai perpustakaan bagi pengunjung Pantai Toronipa diberi nama Taman Bacaan Pantai Toronipa.

Namun begitu taman bacaan ini kemudian terbuka gratis untuk umum. Awalnya, taman bacaan ini hanya dikunjungi sebatas beberapa pengunjung Pantai Toronipa saat hari Minggu atau hari-hari libur lainnya.

Belakangan justeru setiap hari tak pernah sepi dikunjungi anak-anak terutama dari pemukiman suku Bajo. Sekitar tempat rekreasi Pantai Toronipa terdapat 5 desa berpenduduk etnik Bajo, yaitu desa Bokori, Bajoe, Mekar, Leppe, dan Bajo Indah.toro3

Ina, seorang wanita penjual ikan di poros jalan Desa Mekar mengatakan, awalnya orang Bajo hanya menempati wilayah pemukiman di pantai Desa Leppe. Mereka adalah orang Bajo penghuni Pulau Bokori yang di-resettle ke daratan pesisir pantai Leppe.

Maklum, ketika Pulau Bokori masih berada dalam wilayah Kabupaten Kendari, Pemkot Kendari di tahun 70-an berencana mengembangkan pulau pasir yang permukaannya timbul tenggelam mengikuti pasang surut air laut sebagai lokasi penelitian dan wisata pulau.

Sekarang Pulau Bokori yang sudah tak berpenghuni dan 4 desa Bajo lainnya yang berimpitan dengan desa Leppe (salah satunya juga diberi nama desa Bokori)  masuk wilayah administratif kecamatan Soropia kabupaten Konawe.

Taman Bacaan Pantai Toronipa baru dibuka Januari 2014 oleh pemilik tempat Rekreasi Pantai Toronipa Brigjenpol (P) Drs Edhi Susilo Hadisutanto,SH, MBA, mantan Kapolda Sulawesi Tenggara periode 2004 – 2006.

Menurut Hasni, sang ibu penjaga perpustakaan, sejumlah pengunjung menyarankan agar koleksi taman baca diperkaya dengan buku-buku yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan anak didik khususnya sekitar lokasi taman baca. Koleksi sekarang kebanyakan berupa buku dan majalah umum dari koleksi pribadi sang pemilik.

Sejak didirikan, menurut Hasni tak pernah ada aparat perpustakaan kabupaten Konawe maupun petugas perpustakaan umum Provinsi Sulawesi Tenggara yang datang melirik apalagi menyumbangkan buku ke Taman Baca Pantai Toronipa. Padahal kehadiran taman baca serupa Taman Baca Pantai Toronipa dibicarakan sejumlah pengunjung yang pernah mampir, dapat dijadikan model dalam menggalakkan serta menggenjot minat baca masyarakat. (Mahaji Noesa, kreport kompas.com 4 September 2014)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s