Posts Tagged ‘bosowa’

Gambar

Kuda putih/google-pengging.com

Jantan perkasa dalam permainan seks, menjadi impian banyak lelaki sejak jaman dulu. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya tinggalan atau warisan tradisional ramuan herbal untuk ‘obat kuat’ lelaki di berbagai daerah di Indonesia.

Suatu waktu, ketika melakukan perjalanan ke wilayah Bosowa (Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo) di Provinsi Sulawesi Selatan, saya ikut terlibat dalam perbincangan sejumlah orang mengenai adanya ‘Kayu Sanrego’ yang disebut-sebut apabila lelaki menggigit-gigit potongan kecil dari kayu itu, dapat menimbulkan kekuatan seks seperti kekuatan ‘Kuda Sanrego’ yang pernah hidup di wilayah tersebut pada masa lampau. Kuda yang kini masih tetap ada dalam cerita rakyat di Bosowa, konon mampu secara non-stop menggauli hingga 8 ekor kuda betina dalam seharinya.

Akan tetapi dimana dapat diperoleh dan bagaimana sesungguhnya bentuk ‘Kayu Senrego’ tersebut, dari banyak orang yang saya tanyai hingga ke pelosok Bosowa, belum ada yang memberikan gambaran atau penjelasan pasti. Ada yang menyebut pohonnya besar tumbuh liar di hutan alam dan kini sudah langka untuk ditemui. Namun sejumlah orang menyebut, tumbuhan ‘Kayu Sanrego’ itu banyak tumbuh di sekeliling lingkungan pemukiman di wilayah Bosowa. Rahasia ni yee…..

Seorang kakek di Kota Sengkang, ibukota Kabupaten Wajo pernah menunjuk pohon Bunga Terompet yang dalam bahasa Bugis disebut sebagai Pohon Tampong-tampong, sebagai salah satu ‘obat kuat’ lelaki yang dikenal sejak dulu di wilayah Bosowa. Akar pohon tampong-tampong tersebut seperti akar Gingseng bercabang menusuklurus hingga lebih satu meter ke dalam tanah.

Akar pohon ini, katanya, yang dikeringkan lalu diiris-iris kecil lebih kecil dari ukuran batang (kayu) Korek Api. Apabila lelaki menggigit-gigit irisan akar kayu yang telah dikeringkan tersebut — beberapa saat sebelum berhubungan seks, maka ‘permainan’ yang dilakukan tidak akan mencapai klimaks orgasme sekalipun sudah berlangsung berjam-jam, tanpa ia meneguk air putih.

Selain akar, biji dari buah pohon tampong-tampong (Bunga Terompet) yang berduri lembut disebut bermanfaat untuk campuran sejumlah obat penambah gairah lelaki maupun wanita, sayangnya tanpa menyebut bagaimana cara pemanfaatannya.

Sedangkan bunga Tampong-tampong (dua macam) – ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna ungu. Bunga Terompet berwarna putih, katanya, banyak orang di wilayah Bosowa dahulu yang terkena penyakit sesak nafas (sejenis asma) menjadikan sebagai obat penyembuh. Caranya, bunga itu diiris-iris lalu dijemur hingga kering, kemudian dicampur tembakau dijadikan rokok lintingan kemudian diisap-isap secara rutin.

Sedangkan bunga tampong-tampong yang berwarna ungu, pada jaman lalu, kebanyakan dipakai untuk menggosok-gosok gigi kuda. Kuda yang giginya telah digosok bunga tampong-tampong berwarna ungu tersebut, menurut sang kakek, tenaganya tambah kuat terutama bagi kuda-kuda yang akan diikutkan dalam perlombaan pacuan kuda.

Apa sesungguhnya kandungan yang terdapat dalam pohon tampong-tampong, hingga saat ini masih misteri. Saya belum pernah mendapatkan catatan hasil kajian ilmiahnya.

Yang pasti, dalam banyak resep tradisional ‘Obat Kuat’ lelaki, unsur/bahan Merica, Kuning Telur Ayam, dan Madu yang dijadikan inti ramuan  tidak diragukan lagi, karena mengandung garam mineral berpengaruh kuat merangsang syaraf dan kontraksi otot, serta garam-garam empedu pembentuk hormon seks.

Aha… lelaki dengan ‘Obat Kuat’ rasanya sangat egois. Padahal, seperti disiratkan Remy Sylado melalui karya ceritanya berjudul ‘Mata Hari’ yang pernah dimuat secara bersambung di harian Kompas, dalam permainan seks kemenangan bukan karena pihak lelaki yang kuat atau sebaliknya si perempuan yang unggul. Nikmatnya, jika setelah melakukan permainan tersebut keduanya merasa kalah.

Kita simak beberapa resep tradisional ‘obat kuat’ yang menggunakan merica, telur ayam dan madu, berikut ini:

1. Untuk kepuasan berhubungan seks, ada resep yang menganjurkan agar meminum adonan yang dibuat dari 5 siung bawang putih yang dihaluskan, kemudian diaduk dengan sebutir kuning telur ayam kampung serta satu sendok makan madu murni (royal jelly). Untuk sekali diminum, beberapa saat sebelum berhubungan seks dengan pasangan.

2. Adonkan campuran sekitar 30 butir Merica (Piper nigrum L) atau lada hitam yang telah ditumbuk halus , dengan biji dari 2 tangkai Petai Cina (Leucaena Leucocephala/Lmk) kering yang telah dihaluskan. Lalu diaduk dengan dua butir Telur (kuningnya) Ayam Kampung ditambah 1 sendok makan Madu Asli. Adonan ini sangat dianjurkan untuk diminum oleh pria yang intensitas permainan seksnya cukup tinggi.

3. Adonan 1 sendok makan perasan air Kunyit (Curcuma Domestica Val) dengan setengah sendok makan air Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia/Swingle), ditambah 1 butir Telur (kuningnya) Ayam Kampung dan 1 sendok makan Madu Asli. Jika resep ini diminum secara rutin setiap hari dapat menjamin keperkasaan lelaki dalam berhubungan seks dengan pasangannya.

4. Adonan sekitar 30 gram Merica yang dihaluskan, 1 sendok makan halusan Petai Cina/Lamtoro, dua butir (kuning) Telur Ayam Kampung dan 1 sendok makan Madu Asli. Ramuan ini dapat membuat pria senantiasa jantan perkasa dalam berhubungan seks, jika diminum setiap pagi.

5. Haluskan 10 gram Bawang Putih, 10 gram Adas (Foeniculum Vulgare Mill), 20 gram Lada Hitam atau Merica, 20 gram Pulosari (). Halusan dicampur hingga merata lalu ditirisi air panas secukupnya. Kemudian diaduk dengan 2 butir (kuning) Telur Ayam Kampung dan 10 gram Madu Asli. Resep ini jika diminum secara rutin setiap pagi atau pada malam hari sebelum tidur, akan menambah kekuatan, bahkan dapat menghidupkan gairah pria yang lemes sekalipun.

Apa sesungguhnya yang terkadung dalam bahan herbal Merica, Kuning Telur dan Madu, sehingga sejak masa silam nenek moyang bangsa Indonesia telah memiilihnya sebagai bahan inti ramuan lelaki yang ingin perkasa dalam permainan seks?

Dari catatan penelitian ilmiah, diketahui, setiap kilogram Merica mengandung 460 mg kalsium, 359 kal (kalori), lemak, 6,5 gram, 11,5 gram protein, 16 ,8 besi, 200 mg phosphor, 64,4 gram, H.A 0,2 mg vitamin B1.

Sedangkan dalam setiap 100 gram Madu (asli) mengandung 5 gram kalsium, 294 kalori, 0,3 gram protein, 16 mg phosphor, 0,9 mg besi, 79,5 gram H.A, dan 4 mg vitamin C.

Untuk setiap butir Telur Ayam kampung ternyata mengandung oleat (asam lemak tak jenuh), Vitamin A Vit. E, Vit K, Vit B Komplek, zat besi, fosfor, mineral mikro, leshiting , sekitar 5 gram protein hewani, phospholipida, kolestrol , dan trigliserida (lemak netral). (Mahaji Noesa/Kompasiana, 13 Desember 2010).

 

IMG00483-20121111-1357

Kantor PLN Sulselrabar di Jl.Hertasning Makassar/Foto: Mahaji Noesa

Tanpa keterlibatan swasta dipastikan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan sempoyongan menghadapi tuntutan kebutuhan daya listrik untuk masyarakat dan industri yang tiap saat meningkat. Sulawesi Selatan beruntung, karena Bosowa Energy Corporation sudah siap menabur cahaya di daerah ini sampai 1.000 mega watt (MW) melebihi ketersediaan daya listrik PLN.

Dari berbagai sumber pembangkit listrik yang dipunyai, PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) tercatat memiliki daya listrik 900 Mega Watt (MW). Jumlah tersebut lebih besar dari kebutuhan listrik Sulawesi Selatan yang saat ini mencapai 764 MW.

Akan tetapi, cadangan listrik PLN tersebut menjadi tidak berarti jika dihadapkan dengan rencana pembangunan 3 smelter pada tahun 2013 di Kota Palopo dan Kabupaten Bantaeng. Ketiga pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel tersebut minimal membutuhkan daya listrik sebesar 300 MW.

Artinya, PLN Sulselrabar dalam tahun 2013 nanti harus dapat menyediakan tambahan daya listrik paling sedikit 500 MW. Lantaran, selain untuk juga memenuhi permintaan lebih 120 ribu pelanggan yang masih antre dalam ‘daftar tunggu’, juga untuk melayani permintaan daya listrik dari industri lainnya yang setiap saat bertambah di Sulawesi Selatan. Jumlah permintaan daya listrik pada tahun 2013 mendatang kemungkinan akan lebih besar lagi dari prediksi tambahan 500 MW, mengingat adanya regulasi pemerintah yang mengharuskan pengolahan semua barang mentah berupa komodidi maupun mineral sebelum diekspor.

Dilema lain, sampai saat ini masih sekitar 20 persen masyarakat yang ada di wilayah PLN Sulselrabar belum terjangkau aliran listrik. ‘’Kita butuh anggaran dari APBN dua kali lebih besar dari anggaran yang diberikan tahun 2012 sebesar Rp 66 miliar, jika ingin memenuhi jangkauan kebutuhan listrik ke semua masyarakat di tahun 2013 mendatang,’’ kata Zulkifli Abdullah Puteh, General Manager PT PLN Sulselrabar.

Tapi jika tak tersedia alokasi dana sebesar itu, haruskah Sulsel ikut menanggung derita sebagai wilayah krisis daya listrik? Dalam banyak kesempatan Zulkifli menyatakan optimis, PLN akan mampu memenuhi setiap kebutuhan daya listrik untuk usaha dan industri di Sulawesi Selatan.

IMG00472-20121111-1326

PLN Tanjung Bunga Makassar/Foto: Mahaji Noesa

Bahkan dia menyatakan, amat menyadari jika sektor industri yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi suatu daerah, pertumbuhannya sangat bergantung dengan ketersediaan daya listrik. ‘’Makanya, kami selalu berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi dunia usaha dan industri,’’ katanya.

Selain berupaya meningkatkan kapasitas daya dari unit-unit pembangkit listrik yang dimiliki, dalam dua tahun belakangan pihak PLN membuka pembelian daya listrik yang diupayakan pihak swasta. Dari 900 MW daya listrik PLN Sulselrabar saat ini, 300 MW merupakan pasokan yang dibeli dari pihak swasta. ‘’PLN akan terus memperluas jaringan mendorong pihak swasta berinvenstasi dalam bidang energi khususnya di Sulsel. Bisnis energi listrik ini sangat prospektif,’’ tandas Zulkifli.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik terhadap rencana pembangunan 3 mesin pengolah bijih nikel di Sulsel tahun 2013, PLN Sulselrabar telah membuat MoU pemasokan daya listrik, masing-masing dengan PT Bukaka Teknik (90 MW), PT Bakti Bumi Sulawesi (120 MW), dan PT Central Omega Resource (220 MW).

Terbukanya peluang pihak swasta untuk terlibat serta berperan dalam penyediaan tenaga listrik khususnya di Sulawesi Selatan, sebenarnya jauh hari sudah terbaca oleh pihak kelompok usaha Bosowa (Bosowa Corporation). Bahkan analisa bisnis energi tidak akan merugi seperti diungkapkan Zulkifli, General Manager PLN Sulselrabar, juga sudah masuk dalam daftar rencana bisnis sejak Erwin Aksa, diputuskan menjadi CEO Bosowa Corporation, menggantikan kedudukan ayahnya Aksa Mahmud tahun 2004.

Lihat saja, setelah alumni Universitas Pittsburgh, Pennsylvania, AS (1997) tersebut berhasil memacu meningkatkan kas keuangan perusahaannya dari Rp 3 triliun menjadi Rp 6 triliun, melalui bendera usaha Bosowa Energy Corporation tahun 2010, dia lalu mencanangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Tidak main-main, inilah perusahaan anak negeri pertama yang memilih segmen usaha di sektor energi listrik dalam skala besar di Sulawesi Selatan. Tahap awal, sekitar Rp 2,3 triliun diinvestasikan untuk membangun PLTU berkapasitas 2 x 125 MW. Bekerjasama tenaga ahli dari China, satu unit boiler PLTU berkapasitas 125 MW sudah mampu dioperasikan dalam bulam Maret 2012. Lima bulan kemudian, Agustus 2012, dioperasikan lagi 1 unit berkekuatan sama sehingga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bosowa Energy Corporation di Jeneponto kini memiliki daya sebesar 250 MW. Sekitar 200 MW dijual ke PLN, listrik pun mampu mengalir sampai ke pelosok khususnya di wilayah selatan Sulawesi Selatan.

Selain itu, dalam hitungan Erwin Aksa, kehadiran PLTU Bosowa Energy Corporation di Jeneponto dapat membantu menekan pengeluaran PLN sampai Rp 4 triliun setiap tahun yang sebelumnya digunakan untuk menghidupkan sejumlah generator menggunakan BBM. Menguntungkan perusahaan, membantu rakyat, sekaligus menghemat uang negara.

Erwin sangat memahami, Sulsel sebagai daerah subur dengan berbagai jenis komoditas pertanian ke depan akan dibanjiri kehadiran berbagai industri pengolahan bahan mentah. Kegiatan industri senantiasa membutuhkan energi listrik yang cukup besar. Dan, Bosowa Energy Corporation, menurut rencana mulai tahun 2013 akan menginvestasikan lagi dana sekitar Rp 3 triliun untuk penambahan pembangunan unit PLTU berkekuatan 300 MW di Jeneponto.

Bahkan dalam kesempatan berkunjung ke Bangkala, Jeneponto, beberapa waktu lalu, kepada wartawan Erwin Aksa mengatakan berencana membangun PLTU sampai 1.000 MW di Kabupaten Jeneponto. Harapannya, penyediaan daya listrik sebesar itu dapat membantu tumbuhnya banyak industri di daerah Sulawesi Selatan.

Berdasarkan catatan Dewan Energi Nasional, Sulawesi Selatan juga memiliki potensi sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Hitungannya, daya listrik yang dapat diperoleh potensi tenaga air yang tersedia di daerah ini dapat mencapai  2.946,8 MW, sekarang yang dimanfaatkan PLTA baru sebesar 518 MW. Potensi tersedia dari mini hidro 70,2 MW (sudah terpakai 10,6 MW), mikro hidro 7,66 MW, potensi panas bumi 371 MW, serta terdapat besar sekali potensi tersedia untuk pembangkit listrik tenaga angin, energi surya, dan bioenergi.

Masalah listrik PLN ‘byar-pet’ alias mati menyala yang selalu ada di antara cerita ketersedian energi listrik di Indonesia, tentu saja, akan berakhir apabila muncul lagi banyak pihak swasta yang serius menggeluti usaha energi listrik seperti dilakukan pihak grup usaha Bosowa Corporation di Sulawesi Selatan. (Mahaji Noesa)